Markus Palsu Itu Cuma Dibayar 1.5 Juta
JAKARTA | Surya Online - Makelar Kasus (Markus) berharga Rp 1,5 juta di Polri tertangkap. Markus tersebut diketahui bernama Andri Ronaldi alias Andis. Andis diketahui ditangkap di kawasan Kemanggisan, Rabu lalu sekitar pukul 14.00 WIB. “Kami cari orang ini karena dia mengaku markus. Dia memberi kesaksian (di stasiun televisi swasta). Kami cari supaya kami tahu jaringannya kepada siapa. Sejak kami cari setelah dia tampil di salah satu televisi pada tanggal 18 Maret lalu, kami baru temukan kemarin. Kami senang bisa menemukan dia dibuka seluas-luasnya,” tutur Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/4/2010). Andis, pria kelahiran 1973 itu, sempat melarikan diri ke Bali dan beberapa hari lalu dalam pengejaran Polri. “Akhirnya dengan sadar sendiri kembali. (Karena) punya istri dan anak dua, dia kembali,” ucap Edward. Andis mempunyai alamat ganda yaitu di Jalan Flamboyan Loka 21 Rt 013/08 Kelapa Gading, Jakarta Utara dan di Jalan Cipinang Muara Raya nomor 11 A, Jakarta Timur. “Pekerjaan sebagai tenaga lepas di bidang media di sebuah media semacam hiburan, bukan media televisi atau surat kabar,” lengkap Edward. Ironisnya, Andis yang wajahnya pada sebuah acara yang disiarkan stasiun televisi swasta ditutup topeng, ternyata bukanlah markus yang telah “bermain” selama 12 tahun di Bareskrim Polri, sebagaimana yang dikatakannya di acara itu. “Dalam pemeriksaan ternyata yang bersangkutan diminta untuk ngomong seperti itu (bahwa dia markus). Disiapkan skenarionya oleh rekan kita yang bertugas sebagai presenter televisi,” tukasnya. “Dia juga (dalam pemeriksaan) mengatakan belum pernah ke Mabes Polri, belum pernah menginjak Mabes Polri,” tutur Edward lagi. Polri mengaku merasa ternistakan atas perbuatan Andis serta pernyataannya di acara stasiun televisi itu. “Dia mengatakan kalau dia mengantarkan suapan ke penyidik sebesar Rp 1 miliar sendiri. Padahal untuk kesediaan dia ngomong seperti itu, (dia) diberi imbalan Rp 1,5 juta (Oleh stasiun televisi yang bersangkutan),” timpalnya, sembari menyesalkan tindakan stasiun televisi yang bersangkutan juga. Andis sendiri kini tengah diperiksa secara marathon oleh penyidik Polri atas perbuatannya. Polri juga telah melaporkan presenter televisi yang membawa acara yang menghadirkan Andis sebagai markus palsu serta menyodorkan script skenario untuk disampaikan Andis dalam pengakuannya sebagai markus gadungan ke Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia. Selain itu Polri juga melaporkan stasiun televisi yang menyajikan siaran tersebut ke pihak yang sama dengan presenter berinisial IR itu. “Dugaan sementara disengaja. Masalahnya dia tidak pernah ke Mabes Polri apalagi sebagai markus,” jelas Edward. Sumber : http://www.surya.co.id/2010/04/08/markus-palsu-itu-cuma-dibayar-rp-15-juta.html
0 comments:
Posting Komentar